OhayoOoo~~

see the world and feel how beautiful you are inside. . So, let's play !! *yeahhhh~

Selasa, 27 September 2011

Pembahasan. KECAP SMITH


PEMBAHASAN

Analisis Status Seng (Zn) dengan Metode Kecap Smith

Seng adalah mikromineral yang ada pada jaringan manusia serta terlibat dalam fungsi berbagai enzim dalam proses metabolisme. Fungsi seng terbilang sangat vital bagi kelangsungan hidup sel-sel tubuh manusia. Salah satunya sebagai zat perantara bagi lebih 90 macam enzim dan protein yang ada di tubuh manusia. Enzim sendiri berperan dalam metabolisme seluruh sel-sel ditubuh manusia, maka jika enzim-enzim tidak terbentuk sempurna, fungsi sel tubuh akan terganggu. Harper (1996) mengatakan terdapat sekitar 24 metaloenzim seng yang termasuk karbonat anhidrase, laktat dehidrogrnase, glutamate dehidrogenase alkali fosfatase dan timidin kinase yang kesemuanya ini berhubungan dengan metabolisme penting dalam sistem tubuh. Pengaruh yang paling nyata adalah dalam metabolisme, fungsi dan pemeliharaan kulit, pankreas dan organ-organ reproduksi pria. Seng memiliki peranan khusus dalam metabolisme kulit dan tenunan pengikat serta mampu merangsang penyerapan tulang. Seng diperlukan untuk perkembangan fungsi reproduksi pria dan spermatogenesis terutama perubahan fungsi reproduksi testoteron menjadi dehidrotestote ron yang aktif (Agget dan Harries dalam Linder 1992).
Pada percobaan analisis status zat seng (Zn), untuk menngetahui adanya defisiensi seng pada seseorang digunakan metode Kecap Smith. Smith menemukan tekhnik sederhana ini pada tahun 1984. Pada metode ini digunakan larutan seng sulfat (ZnSO4) 0,1%. Individu yang dicurigai defisiensi zat gizi seng dicoba untuk mencicipi larutan tersebut. Menurut Smith, orang normal dapat cepat merasakan sesuatu (segera timbul rasa yang kuat dan mengganggu sehingga responden langsung meringis, segera merasakan sesuatu dengan pasti tetapi tidak sampai mengganggu dan rasa tersebut semakin lama semakin kuat). Sedangkan penderita defisiensi kurang cepat meresponnya dan responsif terhadap suplementasi seng (tidak merasakan apa-apa, seperti merasakan air walaupun telah ditunggu selama 10 detik, dan mula-mula tidak merasakan sesuatu dengan pasti namun dalam beberapa detik kemudian terasa kering, kesat ataupun manis).
            Pada praktikum percobaan mengenai analisis status zat seng diperoleh 18 orang probadus dengan setiap kelompok terdiri dari 3 orang probandus. Masing-masing probandus disemprotkan larutan seng sulfat (ZnSO4) 0,1% sebanyak 5 ml ke dalam mulut probandus. Larutan dibiaskan dalam mulut selama beberapa saat (minimal 10 detik). Setelah 10 detik, larutan tersebut dibuang dan ditanyakan kepada probandus bagaimana yang dirasakan leh probandus. Rasa yang diperoleh dari probandus tersebut dapat menentukan apakah individu tersebut mengalami defisiensi seng atau tidak. Probandus dikategorikan ke dalam 4 kategori seperti dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1  Kategori probandus
Kategori
Keterangan
Hasil
Jumlah
1
Tidak merasakan apa-apa/ seperti merasakan air biasa walaupun telah ditunggu selama 10 detik.
Defisiensi seng
9
2
Mula-mula tidak merasakan sesuatu dengan pasti, tetapi beberapa detik kemudian terasa kering, kesat atau manis.
Defisiensi seng
8
3
Segera merasakan sesuatu dengan pasti tetapi tidak sampai menyakitkan atau mengganggu, rasa tersebut makin lama makin kuat
Normal
1


4
Segera timbul rasa yang kuat dan mengganggu sehingga probandus langsung meringis
Normal
-
TOTAL
18

Berdasarkan data diatas diperoleh diagram dibawah ini.




Dilihat pada tabel 1, didapatkan hasil perbandingan dari setiap probandus masing-masing kelompok yang termasuk dalam kategori 1 adalah 50% (9 orang) sedangkan probandus yang mengalami defisiensi seng dalam kategori 2 adalah 44% (8 orang). Terdapat probandus normal yang tidak mengalami defisiensi seng dalam kategori 3 adalah 6% (3 orang). Terkait dengan kurangnya mengkonsumsi tingakat sumber pangan yang dapat menurunkan kadar seng dalam tubuh sehingga pathogen kemungkinan kekurangan seng yang yang dibutuhkannya oleh individu.


Perbandingan Antar Responden dan Hasil Analisis Status Zat Seng (Zn)

Data yang didapat dari praktikum analisis status zat seng adalah responden defisiensi seng dan responden normal. Responden ataupun probandus yang mengalami defisiansi seng ini dikarenakan berhubungan jenis pangan yang dikonsumsinya. Secara tidak langsung inhibitor mineral seng adalah fitat dan serat, yang banyak pada biji-bijian dan sayur-sayuran berserat dibandingkan dengan responden ataupun probandus yang berkategori normal. Defisiensi seng dapat dipengaruhi oleh tingkat konsumsi seng akan menurun pada orang yang mengkonsumsi vegetarian, namun Anderson dalam Linder (1992) menyatakan vegetarian umumnya tidak memperlihatkan defisiensi seng karena biji-bijian yang dikonsumsi mengandung lebih banyak mineral seng dan unsur mikro lainnya
Dilihat pada tabel 1, didapatkan hasil perbandingan dari setiap probandus masing-masing kelompok yang termasuk dalam kategori 1 adalah 50% (9 orang) sedangkan probandus yang mengalami defisiensi seng dalam kategori 2 adalah 44% (8 orang). Terdapat probandus normal yang tidak mengalami defisiensi seng dalam kategori 3 adalah 6% (3 orang).

Rekomendasi Pangan Sumber Seng (Zn)

Seng terdapat pada berbagai jenis bahan pangan. Tiram mengandung seng dalam jumlah terbesar per takaran sajinya. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, daging dan unggas memenuhi mayoritas kebutuhan zinc karena lebih sering dikonsumsi. Sumber-sumber zinc lain yang dapat dikonsumsi adalah biji-bijian, kacang-kacangan, makanan laut, gandum-ganduman dan produk-produk susu.



 NB : maaf bila diagram pie na gbs terbuka..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar